expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Kamis, 27 April 2017

Kucing Dapat Memahami Perasaan Anda






Jika Anda menghabiskan banyak waktu di dunia maya, Anda akan tahu satu hal: manusia menyukai kucing. Namun, bagaimana perasaan kucing terhadap manusia kurang jelas.

Berdasarkan penelitian terbaru, ada bukti kuat bahwa kucing sensitif dengan emosi manusia. Mereka seperti mampu mengetahui kapan manusia bahagia.

Moriah Galvan dan Jennifer Vonk dari Universitas Oakland di Kota Rochester, Negara Bagian Michigan, Amerika Serikat, mempelajari 12 kucing dan pemilik mereka. Dari pengamatan itu, keduanya mengetahui kucing memperlihatkan sikap berbeda manakala empunya tersenyum dan ketika mengernyit.

Saat pemiliknya tersenyum, kucing-kucing itu cenderung memperlihatkan sikap ‘positif’ seperti mengeluarkan suara khas, menggesekkan badan, atau duduk pada pangkuan majikan masing-masing. Ke-12 kucing itu juga tampak ingin menghabiskan waktu dengan pemilik mereka ketika sang empu tersenyum ketimbang saat mengernyit.

Dalam kajian yang dipublikasikan di jurnal Animal Cognition itu, Galvan dan Vonk mendapati pola berbeda saat ke-12 kucing tersebut dihadapkan pada orang tak dikenal, alih-alih majikan mereka. Pada percobaan ini, mereka menunjukkan sikap positif yang sama, terlepas apakah orang tak dikenal itu tersenyum atau mengernyit.




Hasil percobaan mengindikasikan dua hal: kucing bisa membaca ekspresi muka manusia dan kucing mempelajari kemampuan ini dalam kurun waktu tertentu. Inilah bukti meyakinkan pertama bahwa kemampuan kucing dalam mengenali ekspresi manusia sama dengan kemampuan anjing.

Lebih jauh, temuan Galvan dan Vonk mengindikasikan bahwa kucing dapat memahami emosi manusia, lebih dari yang kita perkirakan.

Meski demikian, bukan berarti kucing bisa berempati. Amat mungkin kucing belajar untuk mengaitkan senyuman majikan mereka dengan hadiah. Sebab, faktanya pemilik kucing cenderung memanjakan peliharaannya saat mereka dalam mood yang baik.

Kalaupun kucing tidak benar-benar memahami perasaan manusia, kajian Galvan dan Vonk mengisyaratkan bahwa kucing bisa mengetahui bahasa emosi manusia. Bahkan, yang lebih mendasar, kucing tertarik dengan manusia.




“Apakah kucing benar-benar paham dan memberi perhatian kepada pemiliknya, manusia peduli dengan itu. Penelitian kami menunjukkan mereka mungkin tidak seacuh seperti yang kerap dituduhkan orang,” kata Vonk.

Mungkin perlu waktu yang lama untuk mengetahui tingkat intelektual emosi kucing karena respons mereka cenderung tak kasat mata.

Selain sikap positif seperti mengeluarkan suara khas dan menggesekkan badannya, Galvan dan Vonk mendapati bahwa kucing menunjukkan posisi tubuh tertentu di bagian telinga dan ekor. Gerakan itu dikaitkan dengan perasaan puas.

Perilaku kucing ini amat berbeda dengan polah anjing yang memberi respons berbeda saat dihadapkan pada ekspresi sedih dan marah pemiliknya. Pada kajian yang dilakukan 2011 lalu, anjing akan jelas-jelas menghindari seseorang yang terlihat marah.




Perbedaan respons anjing dan kucing pada emosi manusia dapat dilacak hingga ke era prasejarah.

Spesies anjing telah dijinakkan manusia sejak puluhan ribu tahun lalu. Kajian genetika pada 2015 lalu mengindikasikan bahwa proses itu dimulai 30.000 tahun lalu. Sebaliknya, kucing mulai dijinakkan sekitar 10.000 tahun lalu, kemungkinan di Timur Tengah.

Faktor sejarah tersebut menjelaskan bagaimana anjing beradaptasi dengan kehidupan manusia.

Namun, terlalu dini untuk menarik kesimpulan mengenai pola pikir kucing. Pemilik kucing masih harus belajar banyak tentang perilaku mereka. Kenyataan sederhana, kita bahkan tidak tahu mengapa kucing mengeluarkan suara khas.



Sumber:
http://www.bbc.com


Terdapat Kalimat Syahadat di Koin Kerajaan Inggris!






Setelah kalimat Syahadat di Kerudung Bunda Maria, kini ada temuan baru. Dari sekitar 15 koin mata uang yang dicetak seorang Raja Inggris terdahulu, koin dinar emas yang satu ini adalah koin yang paling menakjubkan juga mengundang kontroversi serta meninggalkan sederet misteri. Pasalnya di dua sisi koin mata uang dinar emas tersebut bertuliskan kalimat syahadat “Laa ilaa ha illallah”.

Adalah Raja Offa, Raja Inggris terdahulu yang dengan kekuasaannya telah memutuskan untuk mencetak koin dinar emas yang bertuliskan kalimat syahadat tersebut. Raja Offa adalah seorang Raja Anglo-Saxon yang memerintah Mercia, Inggris, pada tahun 757 hingga akhir hayatnya di tahun 796. Menurut ahli sejarah, Offa dikenal sebagai Raja yang kontroversial. Ia di daulat sebagai  salah satu raja Inggris yang paling agung dan paling kuat sebelum Raja Alfred the Great yang memerintah antara tahun 871 dan 899.




Koin emas paling unik dari abad pertengahan milik kerajaan Inggris ini hingga kini masih tersimpan dalam Museum Inggris. Dilansir dari situs resmiBritishmuseum.org, koin ini dinilai luar biasa karena meniru dinar emas dari khalifah Al Mansyur, penguasa dinasti  Islam Abassiyah (Irak) di tahun 774.




Jika diamati lebih detil, di salah satu sisi koin emas tersebut memang tertulis kalimat syahadat ‘Laa Ilaaha illa Allah’ dan beberapa kalimat lainnya menggambarkan keyakinan seorang Muslim. Sedangkan di sisi lain koin tersebut berisi tulisan latin ‘Offa Rex’

Dilansir dari British Muslim Heritage, Sheikh Abdullah Quilliam alias William Henry Quilliam, salah satu ulama pribumi Inggris mengatakan bahwa teks berbahasa Arab pada koin tersebut secara lengkapnya bermakna kurang lebih seperti berikut: “Tidak ada tuhan selain Allah, Yang Esa, tanpa sekutu, dan Muhammad adalah utusan Allah.” Dan pada sekeliling koin terdapat teks yang bermakna ’Muhammad adalah utusan Allah, (Dia) Yang mengutusnya (Muhammad) dengan ajaran dan keyakinan yang benar untuk dimenangkan atas seluruh agama.’

Keputusan Raja Offa, yang seorang Kristiani, untuk mencetak mata uang yang satu ini mengundang tanda tanya dan spekulasi diantara para ahli sejarah dan dunia. Menurut Sheikh Abdullah Quilliam, koin tersebut merupakan sebuah simbol deklarasi dari Raja Offa bahwasanya dirinya telah menjadi seorang muslim. Dugaan-dugaan serupa juga muncul bahwa Raja Offa telah meninggalkan keyakinan yang sebelumnya dan karenanya dokumen yang terkait dengan dirinya telah dihilangkan oleh Gereja Inggris pada masa itu.

Pihak Museum Inggris melalui situs resminya Britishmuseum.org juga menjelaskan bahwa tujuan dari tulisan koin tersebut memang tidak jelas. Ahli sejarah mengemukakan bahwa koin itu dibuat sebagai hadiah untuk Paus (itu pertama kali tercatat di Roma), tetapi manalah mungkin jika seorang Raja Kristiani menghadiahkan seorang Paus koin dengan tulisan arab Islam, yang menyatakan bahwa “Tidak ada Tuhan selain Allah.”

Beberapa ahli sejarah yang menentang tesis Sheikh Abdullah Quilliam, mengemukakan bahwa koin tersebut dicetak untuk digunakan dalam perdagangan. Dinar emas Islam adalah mata uang yang paling penting di Mediterania pada saat itu. Beberapa sejarahwan lainnya juga mengemukakan pendapat yang dinilai lebih masuk akal, bahwa pembuatan koin yang konsepnya meniru pemerintahan Abbasiyah di Irak saat itu hanyalah sebuah pertanda bahwa antara Inggris dan Abbasiyah memiliki hubungan yang kuat dan baik di bidang ekonomi dan budaya.



Sumber:
http://www.kabarmuslimah.com


Kegiatan di Facebook Bisa Mengungkap Kondisi Kejiwaan Kita






"Apa yang ada dalam pikiran Anda?" demikian Facebook menyapa kepada para penggunanya yang berjumlah tak kurang dari 1,7 miliar.

Pertanyaan seperti ini pula yang diajukan para psikolog ketika memulai konsultasi dengan para klien. Secara naluriah kita juga mengajukan pertanyaan serupa kepada kawan atau anggota keluarga yang sepertinya sedang memiliki masalah.

Kegiatan kita di media sosial bisa mengungkap kondisi kejiwaan dan tak mengherankan jika para ahli sekarang juga mencermati status, catatan, dan bahkan apa saja yang kita bagikan di media sosial untuk menganalisis kondisi mental kita.

Kajian terhadap 555 pengguna Facebook di Amerika Serikat menunjukkan orang-orang yang ekstrover cenderung menulis pesan atau mengunggah hal-hal yang terkait aktivitas sosial dan kehidupan sehari-hari dan mereka ini melakukannya relatif sering.

Orang-orang yang punya kepercayaan diri yang rendah biasanya mem-posting pacar atau pasangan yang romantis, sementara yang terkena narsisime lebih sering memamerkan keberhasilan mereka.

Atau memamerkan diet atau kegiatan mereka untuk menurunkan berat badan.

Kajian lain memperlihatkan orang-orang yang banyak mengunggah selfie biasanya lebih narsisistik dan psikopatik dan mereka yang memoles foto secara digital boleh jadi punya kepercayaan diri yang rendah.

Media sosial sebagai terapi?
Pernah marah-marah dan melampiaskan emosi di Facebook atau Twitter dengan harapan tindakan ini bisa meredakan suasana hati?

Mungkin Anda mengira mengeluarkan kemarahan di media sosial akan membantu menenangkan kondisi mental, namun para ahli di Meksiko memperingatkan media sosial bukan terapi atas persoalan kejiwaan.

Artinya, Anda harus memikirkan kemungkinan bahwa marah-marah di Facebook atau Twitter mungkin saja akan membuat suasana hati Anda lebih parah lagi.
Tapi marah-marah di media sosial juga punya sisi positif.

Para peneliti di Australia menelusuri cuitan untuk 'memindai orang-orang yang berisiko' melakukan bunuh diri, seperti yang dilakukan akademisi Helen Christensen.

Ia dan timnya -dengan menggunakan program khusus- memantau twit dan menggolongkan cuitan mana saja yang memerlukan perhatian khusus, misalnya dengan memberitahukan risiko bunuh diri kepada keluarga, dokter, atau psikolog.

Di internet juga sudah banyak muncul komunitas online yang memantau posting yang dinilai mengisyaratkan kemungkinan seseorang melakukan bunuh diri dan komunitas ini kemudian menawarkan bantuan kepada yang bersangkutan.

Para peneliti tidak hanya memantau aktivitas di media sosial, bahkan ketika tiba-tiba ada yang 'menghilang dari jagad media sosial' para ahli bisa menyimpulkan bahwa seseorang sedang atau tengah mengalami depresi.

Senang dan sedih
Hal lain yang dilakukan para pakar adalah mengukur kebahagiaan dengan memantau twit berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, Prancis, Arab, dan bahasa Indonesia.

Ini dilakukan oleh tim peneliti yang tergabung di Hedonometer Project yang menggunakan aneka teks dari Twitter, surat kabar, Google Books, dan bahkan judul film untuk mendapatkan suasana hati pemakai media sosial.

Mereka mengumpulkan 10.000 kata yang paling banyak dipakai dan kemudian menilai tiap kata berdasarkan skala positif-negatif.

Tim di proyek tersebut sekarang memakai pendekatan ini untuk menganalisis tingkat kebahagiaan pengguna Twitter. Mereka juga menganalisis bagaimana kebahagiaan atau kepuasaan terkait dengan faktor lain seperti status sosial ekonomi, geografi, dan demografi.

Jadi, apa yang kita baca dan bagikan di media sosial -tanpa kita sadari- sebenarnya adalah pintu masuk tentang apa yang sebenarnya ada di dalam hati dan benak kita.



Sumber:
http://www.bbc.com/indonesia


Prestasi Anak di Sekolah Dipengaruhi Kebahagiaannya di Rumah






Sering kali kita mengeluhkan bahwa sistem pendidikan di negara ini selalu berubah seiring bergantinya struktur pemerintahan. Akibatnya, kualitas rata-rata siswa Indonesia dari tahun ke tahun sangat tertinggal dibanding negara lain. Bukan sekadar rendah, tapi negara kita masih jauh dari memenuhi standar internasional akan prestasi siswa. Minimal dalam tiga kriteria dasar, yaitu membaca, matematika, dan sains.

Hal ini diketahui dari hasil studi Programme for International Student Assesment (PISA), terhadap kualitas pelajar usia 15 tahun di seluruh dunia. Studi tahun 2012 menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat memilukan, peringkat ke-64 dari 65 negara yang berpartisipasi dalam program tersebut.

Usaha pemerintah untuk memperbaiki kondisi ini bukan tidak ada, bahkan selalu ada upaya baru meningkatkan sistem pendidikan dalam setiap pergantian kepemimpinan negara. Sayangnya kebaruan ini tidak selalu integral dengan sistem yang lama, sehingga bukan hanya para pendidik yang pusing menerapkan arahan sistem pengajaran yang baru, orangtua pun dibuat deg-degan melihat prestasi belajar anaknya yang selalu pas-pasan.

Mengharapkan perubahan instan untuk memperbaiki sistem pendidikan di negara ini rasanya mustahil. Daripada berkutat pada masalah yang berada di luar jangkauan kita sebagai orangtua, ada baiknya kita renungi lagi apa sebetulnya yang paling dibutuhkan anak untuk masa depannya. Apakah nilai belajar yang selalu bagus, sekolah di lembaga bergengsi, atau kelak mendapat pekerjaan dengan gaji tinggi?

Pada kenyataannya, prestasi belajar anak Indonesia tak selalu berbanding lurus dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki untuk sukses selepas sekolah. Bisa jadi ini kembali ke sistem pendidikan negara yang kurang bagus, atau mungkin pula berpulang kepada tidak kokohnya peran penguatan dari keluarga.

"Rumah" adalah salah satu kunci utama, bukan hanya meningkatkan prestasi belajar anak, tapi juga penguatan konsep dirinya. Dari "rumah" pula, mood anak dalam menuntut ilmu bisa hilang, atau yang lebih parah hilang harga diri dan karakternya. Berapa banyak anak yang pergi ke sekolah dalam keadaan ‘kacau’ karena kondisi keluarga yang tidak harmonis? Menuntut ilmu dengan beban karena dianggap bodoh dan tidak dihargai, atau ke sekolah tanpa bekalan tujuan yang jelas untuk masa depannya?

Peran keluarga sangat penting menguatkan kepribadian dan kecerdasan anak. Tak hanya cerdas intelegensianya, namun juga spiritual dan emosionalnya. Sistem pendidikan nasional bisa saja tak henti dari problem, tapi jangan sampai problem itu diawali dari tidak kokohnya sistem berkeluarga di rumah.



Sumber:
http://www.ummi-online.com


Beda "Expired date" dengan "Best before"






Apakah Anda pernah memperhatikan di kemasan produk makanan/minuman yang Anda beli, terdapat cetakan “Expired date” atau “Best before” di belakang atau bawah kemasan tersebut? Mungkin sebagian besar dari kita berasumsi itu artinya sama padahal artinya sangatlah berbeda. Apa perbedaannya? Berikut penjelasannya.

Best before / Sebaiknya digunakan sebelum


Best before berarti sebaiknya digunakan sebelum batas waktu tanggal tertera di kemasan. Jadi jika melewati batas tanggal yang ditentukan sebenarnya produk tersebut masih boleh digunakan atau dikonsumsi, hanya saja produk tersebut telah mengalami oksidasi atau kadar/kandungan gizinya berkurang. Jadi jika tetap digunakan atau dikonsumsi tidak masalah, hanya saja kandungannya mulai menurun atau sudah tidak segar lagi.  
Dan best before tidak berlaku bagi makanan yang telah dibuka kemasannya. Setelah kemasan dibuka, udara akan membuat makanan tersebut terkontaminasi.


Expired date / Kadaluwarsa


Ini adalah tanggal kadaluwarsa yang tercantum pada kemasan atau produk tertentu. Jadi jika digunakan atau dikonsumsi melewati tanggal tersebut maka sangat dilarang karena akibatnya sangat berbahaya bagi tubuh, bisa terjadi keracunan atau alergi lainnya pada tubuh. Karena di produk tersebut sudah tumbuh racun/jamur/parasit yang menjadi musuh bagi tubuh manusia. Misalnya pada kemasan tertera Expired date/kadaluwarsa 040917 seperti di atas, itu artinya sama sekali tidak boleh digunakan/dikonsumsi melewati tanggal tersebut.



Sumber:
http://www.zeropromosi.com


Label

Lifestyle (251) Life (215) Info (206) Kesehatan (123) Tips (120) Islam (115) animal (100) hewan (97) Wanita (72) hewan kucing (72) kucing (71) foto (60) Fakta (55) Personality (52) Kepribadian (51) Love & Life (37) Manfaat (34) Sifat (33) Hiburan (32) Misteri (28) Cat (27) Lucu (25) Pria (25) Food (24) Beauty (22) Konspirasi (20) Cerita (19) News (19) Parenting (19) Kisah (16) Relationship (16) Cinta (15) Hantu (14) photograph (14) Jin (13) Wisata (13) Coffee (11) Kecantikan (11) Mitos (10) Ramadan (9) Tempat liburan (9) Hobby (8) anjing (8) Film (7) Puasa (7) Ngakak (6) Palestina (6) Seram (6) Olahraga (5) Ilustrasi (4) Pernikahan (3) Buku (2) Cerpen (2) Liburan (2) Phobia (2) Smartphone (2) Anime (1) DIY (1) Happy (1) Hutan (1) Rahasia (1) Sains (1) Sukses (1) Unik (1)