expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Senin, 22 September 2014

Perbedaan antara Jin, Setan dan Iblis





1. Jin
Jin adalah salah satu jenis makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memiliki sifat fisik tertentu, berbeda dengan jenis manusia atau malaikat.

Jin diciptakan dari bahan dasar api, sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan, “Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar. Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar-Rahman: 14 – 15).

Jin memiliki kesamaan dengan manusia dalam dua hal:

a.  Jin memiliki akal dan nafsu, sebagaimana manusia juga memiliki akal dan nafsu.

b. Jin mendapatkan beban perintah dan larangan syariat, sebagaimana manusia juga mendapatkan beban perintah dan larangan syariat.

Oleh karena itu, ada jin yang muslim dan ada jin yang kafir. Ada jin yang baik dan ada jin yang jahat, (Jin jahat atau jin usil biasanya suka berubah menjadi sesosok hantu untuk menakut-nakuti manusia). Ada jin yang pintar masalah agama dan ada jin yang bodoh. Bahkan ada jin Ahlussunnah dan ada jin pengikut kelompok sesat, dst.

Sedangkan perbedaan jin dengan manusia yang paling mendasar adalah dari asal penciptaan dan kemampuan bisa kelihatan dan tidak.

Makhluk ini dinamakan jin, karena memiliki sifat ijtinan (Arab: اجتنان), yang artinya tersembunyi dan tidak kelihatan. Manusia tidak bisa melihat jin tetapi jin bisa melihat manusia.

Allah berfirman: “Sesungguhnya ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu di suatu keadaan yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al-A’raf: 27).


2. Setan
Untuk memahami setan, satu prinsip yang harus Anda pegang: Jin itu makhluk dan setan itu sifat. Karena setan itu sifat, maka dia melekat pada makhluk dan bukan berdiri sendiri.

Setan adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya.

Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar mengatakan, “Setan dalam bahasa Arab digunakan untuk menyebut setiap makhluk yang menentang dan membangkang.” (Alamul Jinni was Syayathin, Hal. 16).

Dinamakan setan, dari kata; syutun (Arab: شطون) yang artinya jauh. Karena setan dijauhkan dari rahmat Allah. (Al-Mu’jam Al-Wasith, kata: الشيطان)

Kembali pada keterangan sebelumnya, karena setan itu sifat maka kata ini bisa melekat pada diri manusia dan jin. Sebagaimana penjelasan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa ada setan dari golongan jin dan manusia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman setelah menjelaskan sifat-sifat setan, “(setan yang membisikkan itu) dari golongan jin dan manusia.” (QS. An-Nas: 6).


3. Iblis
Siapakah iblis? Iblis adalah nama salah satu jin yang menjadi gembongnya para pembangkang. Dalil bahwa iblis dari golongan jin adalah firman Allah, “Ingatlah ketika Kami berkata kepada para malaikat, ‘Sujudlah kalian kepada Adam!’ maka mereka semua-pun sujud kecuali Iblis. Dia dari golongan jin dan membangkang dari perintah Allah.” (QS. Al-Kahfi: 46).

Iblis juga memiliki keturunan, sebagaimana umumnya jin lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Iblis itu dari golongan jin, dan dia membangkang terhadap perintah Rabb-nya. Akankah kalian menjadikan dia dan keturunannya sebagai kekasih selain Aku, padahal mereka adalah musuh bagi kalian…” (QS. Al-Kahfi: 46).

Allahu a’lam



Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com


Senin, 01 September 2014

10 Cara Wanita Menyelamatkan Diri Dari Fitnah





Menjadi wanita sholihah tidak bisa diraih hanya dengan ibadah yang seadanya dan asal-asalan. Perlu niat dan keseriusan hati untuk itu. Bahkan sebaliknya wanita bisa begitu mudah terperosok dalam kemaksiatan bila ia larut dalam kesenangan dunia. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Sepeninggalku tidak ada fitnah yang lebih besar daripada wanita." (HR BUKHARI - MUSLIM).

Sabda Rasul ini adalah peringatan bagi kita kaum wanita agar sangat berhati-hati dalam berbicara, bersikap dan bertindak agar tidak menjadi bagian dari fitnah dunia.

Bagaimana kita bisa menyelamatkan diri kita dari fitnah dan tidak menjadi bagian dari fitnah? Ini adalah pertanyaan yang sangat krusial untuk di analisa dan di pahami oleh setiap muslimah. Berikut beberapa cara supaya bisa terhindar dari fitnah.

1. MENGHINDARI GHIBAH/GOSIP
Sangat penting bagi wanita untuk meninggalkan segala bentuk ghibah/gosip, walaupun hanya sekedar mendengarkan teman bergosip atau menonton acara gosip di televisi.

Allah SWT berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (QS AL HUJURAT 12).

Rasulullah bersabda : "Tahukah kalian apa itu ghibah (menggunjing)? Para sahabat menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Ghibah adalah engkau membicarakan tentang saudaramu sesuatu yang dia benci. Ada yang bertanya. Wahai Rasulullah bagaimana kalau yang kami katakan itu betul-betul ada pada dirinya? Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Jika yang kalian katakan itu betul, berarti kalian telah berbuat ghibah. Dan jika apa yang kalian katakan tidak betul, berarti kalian telah memfitnah (mengucapkan suatu kedustaan)." (HR Muslim).

2. MENUTUP AURAT

Wanita tidak hanya harus bisa menjaga pandangannya, tetapi juga harus bisa menjaga tubuhnya agar tidak menjadi sumber pemandangan bagi kaum pria. Perhatikanlah cara berpakaian kita. Hindari pakaian yang menampilkan lekuk tubuh, bahan yang terlalu tipis, dan terbukanya aurat.

Allah SWT berfirman:
"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." 
( QS AN NUR 31).

Rosulullah SAW bersabda:
"Ada 2 macam penghuni Neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak sekian dan sekian." (HR Muslim).

3. BERADA DI RUMAH
Jika tidak punya keperluan yang sangat penting, lebih baik bagi wanita untuk tetap berada di rumahnya daripada nongkrong di cafe atau tempat-tempat umum lainnya yang terdapat banyak kaum laki-laki.

Dari Abdulloh Ibn Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu, dari Nabi shollalohu’alyhiwasallam, bersabda: "Sesungguhnya wanita adalah aurat. Apabila ia keluar rumah, syaitan akan menghiasinya. Dan saat-saat yang paling dekat dengan wajah Rabbnya adalah saat ia berada di bagian rumahnya yang paling dalam." (SHOHIH, dikeluarkan At-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

4. POSITIVE THINKING
Sibukkanlah pikiran kita dengan hal-hal berguna dan bermanfaat sehingga tidak sempat untuk berpikiran buruk. Bila kita membiarkan satu saja pikiran buruk ada dalam otak kita, maka akan turun ke hati, dan itu bisa menjadi prasangka. Sedangkan berprasangka buruk adalah dosa. Bunuhlah pikiran buruk itu sebelum membunuh (menggugurkan) amal-amal kita.

5. SELEKTIF MEMILIH TEMAN
Seperti disebut dalam point pertama hendaknya kita hindari gosip. Salah satu caranya adalah memilih teman yang tepat, yaitu teman yang selalu mengajak kepada kebenaran, mengingatkan kita jika salah, dan yang lebih penting adalah teman yang bisa membuat kita semakin dekat kepada Allah SWT. Bukan teman yang hanya suka hura-hura dan suka bergosip. Jangan takut untuk meninggalkan teman yang tidak mau diajak/mengajak pada kebaikan.

Rasulullah saw bersabda: "Seseorang itu menurut agama teman dekat/sahabatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

6. MENJAUHI TEMPAT MAKSIAT
Memilih tempat bergaul juga sangat penting untuk diperhatikan. Bar dan nightclub tentu bukan tempat yang baik bagi seorang muslim dan muslimah. Maka jagalah kaki kita agar tidak melangkah ke tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan maksiat dan dosa.

7. TIDAK MEMASANG FOTO V*LGAR
Di dunia internet saat ini, kemaksiatan bisa ditemui dengan mudah di websites terutama di website pertemanan. Maka janganlah mudah memasang foto yang menampakkan aurat di akun pribadi kita. Disamping dosa bagi yang melihat, dosa juga mengalir kepada wanita yang memajang foto v*lgar karena sengaja mengundang syahwat laki-laki.

8. SIAP MENIKAH
Bagi wanita yang belum menikah, menikahlah. Siapa saja yang sudah merasa siap untuk hidup berumah tangga baik secara psikologis, agama maupun biologis, sebaiknya ia menikah. Siap dinikahi lebih tepatnya. Menikah bisa membuat hati lebih tentram dan sejuk sekaligus menghindarkan diri dari kemaksiatan, mengurangi narsisme dan show off. 

Berikut beberapa hadits Nabi saw tentang menikah:

"Wahai generasi muda! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).

"Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka atau perawan." (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).

"Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : a. Orang yang berjihad/berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda/pemudi yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram." (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim).

9. BERPUASA
Puasa bisa menjadikan hati dan pikiran menjadi lebih tenang. Puasa juga dapat mencegah seorang wanita melakukan ghibah/gosip.

Dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany, Rasulullah bersabda: "Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau.”" (HR. Ahmad).

10. SELALU MENGINGAT ALLAH SWT DENGAN BERDZIKIR
Isilah waktu yang masih diberikan Allah kepada kita dengan berdzikir. Dzikir dapat melindungi hati kita dari bisikan dan pikiran jahat yang disisipkan syaitan terkutuk. Jika hati kita terjaga insha Allah hati, kaki, tangan dan pikiran kita pun juga ikut terjaga.

Rasulullah bersabda: "Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya."(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).



Label

Lifestyle (251) Life (215) Info (206) Kesehatan (123) Tips (120) Islam (115) animal (100) hewan (97) Wanita (72) hewan kucing (72) kucing (71) foto (60) Fakta (55) Personality (52) Kepribadian (51) Love & Life (37) Manfaat (34) Sifat (33) Hiburan (32) Misteri (28) Cat (27) Lucu (25) Pria (25) Food (24) Beauty (22) Konspirasi (20) Cerita (19) News (19) Parenting (19) Kisah (16) Relationship (16) Cinta (15) Hantu (14) photograph (14) Jin (13) Wisata (13) Coffee (11) Kecantikan (11) Mitos (10) Ramadan (9) Tempat liburan (9) Hobby (8) anjing (8) Film (7) Puasa (7) Ngakak (6) Palestina (6) Seram (6) Olahraga (5) Ilustrasi (4) Pernikahan (3) Buku (2) Cerpen (2) Liburan (2) Phobia (2) Smartphone (2) Anime (1) DIY (1) Happy (1) Hutan (1) Rahasia (1) Sains (1) Sukses (1) Unik (1)