expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 13 November 2016

Beginilah Gaya Hidup Bersih Rasulullah SAW





Islam sejak dahulu mengajarkan kebersihan, baik kebersihan lahir maupun batin. Bahkan ketika Eropa masih dalam masa kegelapan sebelum lahirnya renaissance, bangsa Eropa belum mengenal yang namanya mandi. Sejarah mencatat bahwa bangsawan Eropa saat itu masih mandi menggunakan bedak, mereka baru mengenal mandi dengan air setelah Islam masuk ke Eropa. Di bawah ini akan menjelaskan secara singkat tentang sunnah-sunnah fitrah yang merupakan bagian kecil dari gaya hidup bersih Rasulullah saw.

Berikut disalin dari fanind.com tentang bagaimana gaya hidup bersih Rasulullah saw yang bisa kita contoh dalam kehidupan sehari-hari.

1. Berkumur
Berkumur saat berwudhu merupakan salah satu sunnah fitrah. Manfaat berkumur tentu kita sudah tahu yaitu untuk membersihkan mulut dan gigi dari sisa-sisa makanan. Selain itu, ilmu kedokteran modern telah melakukan penelitian yang dapat membuktikan bahwa berkumur dapat mencegah peradangan pada mulut dan tenggorokan, juga menjaga gusi dari luka. Selain itu, berkumur juga bisa menguatkan bagian-bagian tertentu dari otot wajah dan menjaga wajah agar tetap fresh. seorang muslim yang tidak sedang berhalangan pasti sering berkumur dalam berwudlu jika hendak melaksanakan shalat. Selain menghapus dosa-dosa yang dilakukan mulut kita, ternyata memiliki keuntungan secara medis juga bukan?

2. Mencukur Kumis
Kumis yang sunnah untuk dicukur adalah yang sudah melewati bibir bagian atas. Sebaliknya jenggot sunnah untuk dipelihara. Ilmu kedokteran modern menunjukan bahwa memelihara jenggot bisa mengurangi resiko seseorang terkena kanker kulit antara 90-95%. Itu juga sebabnya wanita karena tidak memiliki jenggot lebih sering terkena kerusakan pada sel-sel kulit wajahnya dibandingkan pria, sebagaimana diungkapkan oleh Dr Nick Lowe dari London. Penelitian tentang jenggot ini juga dilakukan di  University of Southern, Queensland.

3. Bersiwak
Arti siwak adalah menggosok. Sedangkan secara syar’i berarti menggosok gigi dengan sesuatu yang kasar dan bisa membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan. Hukum bersiwak pada awalnya adalah sunnah. Namun sesuai kaidah ushul fikih bahwa hukum itu kadang berubah sesuai waktu dan tempat, maka hukum siwak pun bisa berubah menjadi wajib, makruh atau haram. Menyikat gigi bisa menjadi wajib jika mulut kita bau, misalnya karena makan pete, jengkol atau bawang, sedangkan saat itu sedang menunaikan shalat Jum’at dan orang disekitar merasa terganggu. Bisa juga menjadi makruh misalnya setelah lewat waktu zhuhur saat sedang berpuasa, ataupun menjadi haram karena memakai sikat gigi/siwak orang lain tanpa izin ^^.

Ilmu kedokteran modern telah meneliti kayu siwak yang biasa digunakan oleh umat Islam sejak zaman Nabi SAW, yaitu kayu Salvadora persica, atau yang lebih dikenal dengan nama kayu araq atau peelu. Hasilnya sangat mengagumkan, bahkan Sebuah majalah Jerman menerbitkan tulisan Rowdatt, seorang ilmuan dan rektor Institut Perkumanan Rostoc Universitity yang isinya menyebutkan bahwa dia telah meneliti kayu siwak yang biasa digunakan bangsa Arab dan hasilnya terbukti secara empiris bahwa siwak mengandung zat yang dapat melawan pembusukan, membantu membunuh kuman, memutihkan gigi, melindungi gigi dari kerapuhan, membantu merekatkan luka gusi dan pertumbuhannya secara sehat, melindungi mulut dan gigi dari berbagai penyakit, juga dapat dibuktikan bahwa siwak dapat mencegah kanker.

4. Menghirup Air Ke Dalam Hidung Saat Berwudlu
Banyak orang tua yang kurang tepat dalam mengajari anaknya berwudlu, salah satunya adalah mengatakan bahwa berwudlu itu setelah berkumur adalah ‘membasuh’ hidung. Padahal dalam bahasa Arab arti kata istinsyaq adalah mengirup air ke dalam hidung, bukan membasuh, kemudian mengeluarkannya kembali yang disebut dengan istinsyar. Ilmu kedokteran modern membuktikan bahwa menghirup air saat berwudlu dapat menghilangkan beberapa kuman penyebab penyakit membahayakan yang terdapat di dalam lubang hidung. Selain itu jika hal ini dilakukan rutin dan benar saat berwudlu, maka akan lebih mudah terhindar gangguan pernafasan, radang paru-paru, penyakit rongga hidung, dan beberapa penyakit lainnya.

5. Khitan
Manfaat khitan menurut ilmu kedokteran modern sudah banyak kita temui di berbagai media. Padahal saat Islam lahir, ilmu kedokteran belum maju seperti sekarang ini. Ada sekitar 60 studi ilmiah bersepakat pria yang tidak disunat lebih banyak terkena penyakit menular. Bahkan American Academy of Pediatrics merekomendasikan perlunya setiap anak yang dilahirkan untuk di khitan. Oleh sebab itu pula saat ini sekitar satu juta anak di Amerika dikhitan setiap tahunnya.

6. Mencabut/mencukur rambut ketiak
Salah satu sunnah fitrah yang di ajarkan Rasulullah saw adalah menghilangkan rambut ketiak. Untuk laki laki disunnahkan menghilangkan bulu/rambut ketiak dengan cara mencukurnya, sedangkan bagi perempuan dengan cara mencabutnya. Salah satu hikmah disunnahkannya menghilangkan rambut ketiak ini karena merupakan tempat berkumpulnya keringat dan berbagai bakteri sehingga bisa menimbulkan bau yang kurang enak. Jika selama ini Anda sering mendengar bahwa mencabut bulu ketiak mengakibatkan kanker payudara, hal ini telah dibantah oleh dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, Sp.K.K. (K), dari Jakarta Skin Center. Sebagai muslim kita juga pasti memiliki keyakinan bahwa apa yang disunnahkan Rasulullah saw tidak akan membahayakan bagi umatnya.

7. Memotong kuku
Memotong kuku tangan atau kaki merupakan sunnah fitrah yang juga salah satu gaya hidup bersih Rasulullah. Sedangkan cara memotong kuku dalam Islam berbeda-beda pendapat di kalangan Ulama ahli fikih. Perbedaan ini karena adanya hadits Nabi saw yang menyebutkan bahwa memotong kuku itu harus berlawananan atau tidak berurutan. Berikut contoh salah satunya:

Memotong kuku dimulai dengan Jari Telunjuk tangan kanan, kemudian, Jari Tengah tangan kanan, Jari Manis tangan kanan, Jari Kelingking tangan kanan, Jari Kelingking tangan kiri, Jari Manis tangan kiri, Jari Tengah tangan kiri, Jari Telunjuk tangan kiri, Ibu Jari tangan kiri, dan terakhir Ibu Jari tangan kanan. Disunnahkan memotong kuku itu pada hari senin, kamis atau jum’at dan makruh mengakhirkannya lebih dari 21 hari, karena kuku yang panjang membuat kotoran mudah bersarang.

8. Menghilangkan rambut kemaluan
Sama seperti menghilangkan rambut ketiak, rambut kemaluan juga sunnah untuk dihilangkan. Laki-laki dengan cara mencukurnya sedangkan perempuan dengan mencabutnya. Selain untuk menjaga kebersihan, membiarkan rambut kemaluan panjang akan menjadi tempat bersarangnya setan sehingga sering mengalami mimpi basah. Seperti halnya ketiak, rambut kemaluan juga merupakan sarang penyakit jika dibiarkan tidak dicukur sama sekali dan menimbulkan bau yang kurang sedap.

9. Melumasi kulit (Memakai body lotion)
Nabi saw biasa memakai body lotion untuk seluruh badannya. Tentu saja bentuknya bukan seperti sekarang ini, zaman dulu menggunakan minyak tertentu yang berguna agar kulit tidak kasar. Namun tidak disunnahkan setiap hari, hal ini hanya dilakukan jika kulit sudah terasa kering, seperti waktu musim dingin.

10. Merapikan rambut
Rasulullah biasa merapikan rambutnya dan membelahnya di bagian tengah. Beliau memang sangat memperhatikan kebersihan dan kerapian, tidak pernah membiarkan rambutnya acak-acakan. Beliau mengatakan “Siapa yang mempunyai rambut, hendaknya dia memuliakannya” (HR. Abu Dawud). Sebagian ulama mengatakan bahwa maksud "memuliakan rambut" adalah merapikan, membersihkan, mengkramasi, meminyaki dan menyisirnya.

11. Beristinja
Istinja atau cebok setelah buang air besar atau buang air kecil juga diajarkan Rasulullah pada umatnya. Begitu pentingnya kebersihan, hingga sampai hal-hal sekecil inipun tidak terlewatkan dalam ajaran Islam. Dalam buku-buku fikih kita mengenal berbagai cara istinja dan yang terbaik dalam beristinja itu dengan menggunakan air. Walaupun beristinja atau cebok dengan menggunakan kertas tisu diperbolehkan, tapi ilmu kedokteran modern membuktikan bahwa beristinja dengan air dapat mencegah beberapa penyakit, diantaranya tyfus dan kolera. 

Selain itu istinja juga dapat melindungi saluran air kencing dari terkena infeksi pada anus dan radang fistula. Islam juga mengajarkan istinja dengan tangan kiri, hal ini dilakukan agar tangan kanan yang digunakan untuk makan selalu dalam keadaan bersih. Karena bila beristinja dengan tangan kiri dikawatirkan telur-telur cacing yang terdapat dalam feses masih melekat dalam lipatan kulit dan bawah kuku tangan kiri meskipun telah dibersihkan. Maka dari itu, lebih baik membersihkan tangan dengan sabun antiseptik setelah beristinja, baik itu buang air besar ataupun buang air kecil.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

Lifestyle (251) Life (215) Info (206) Kesehatan (123) Tips (120) Islam (115) animal (100) hewan (97) Wanita (72) hewan kucing (72) kucing (71) foto (60) Fakta (55) Personality (52) Kepribadian (51) Love & Life (37) Manfaat (34) Sifat (33) Hiburan (32) Misteri (28) Cat (27) Lucu (25) Pria (25) Food (24) Beauty (22) Konspirasi (20) Cerita (19) News (19) Parenting (19) Kisah (16) Relationship (16) Cinta (15) Hantu (14) photograph (14) Jin (13) Wisata (13) Coffee (11) Kecantikan (11) Mitos (10) Ramadan (9) Tempat liburan (9) Hobby (8) anjing (8) Film (7) Puasa (7) Ngakak (6) Palestina (6) Seram (6) Olahraga (5) Ilustrasi (4) Pernikahan (3) Buku (2) Cerpen (2) Liburan (2) Phobia (2) Smartphone (2) Anime (1) DIY (1) Happy (1) Hutan (1) Rahasia (1) Sains (1) Sukses (1) Unik (1)