expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Rabu, 13 Desember 2017

Cerpen Terjemahan: The Lady or the Tiger?







Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang raja setengah kejam yang selalu mempunyai banyak ide kreatif. Hal ini sedikit dipengaruhi oleh kemajuan peradaban Negara tetangganya, Roma. Dia dikenal ramah namun selalu tegas, sehingga apapun ide yang muncul di dalam kepalanya akan segera terlaksana. Dia bangga terhadap dirinya sendiri karena mempunyai banyak ide cemerlang. Jika sistem politiknya berjalan dengan lancar, dia akan bergembira, namun jika ada sebuah halangan atau sesuatu tidak berjalan sesuai rencananya, dia akan menjadi lebih gembira, karena tidak ada yang lebih menyenangkan baginya selain meluruskan benda yang bengkok lalu menghancurkannya berkeping-keping.

Salah satu contoh kekejamannya yang setengah-tengah adalah dibangunnya arena bertarung. Kegagahan dan keberanian yang dipertunjukkan dalam arena membuat pikiran masyarakatnya lebih cerdas dan beradab.

Arena bertarung yang dibangunnya bukanlah tempat di mana orang-orang dapat mendengarkan teriakan kematian dan keputusasaan para gladiator, juga bukan tempat untuk menyelesaikan konflik antara pendapat agamis dan perut yang lapar, namun untuk tujuan yang lebih baik, yaitu untuk memperluas dan mengembangkan mental masyarakat. Arena yang berbentuk seperti teater raksasa ini merupakan tempat di mana keadilan ditegakkan, kejahatan dihukum, atau kebaikan dibalas dengan imbalan setimpal dengan cara seadil-adilnya.

Ketika seseorang dituduh melakukan kejahatan yang cukup besar sehingga menarik perhatian sang raja, anggota kerajaan akan menyebarluaskan pengumuman mengenai hari di mana takdirnya akan ditentukan di arena sang raja. Struktur penegakan keadilannya sesuai dengan nama tempat tersebut, walaupun bentuk bangunannya merupakan inspirasi dari Negara tetangga. Namun tetap saja, idenya yang selalu setengah kejamlah yang membuat arena ini unik dan lain daripada yang lain. Tidak ada satupun raja di dunia ini yang pernah terpikirkan ide untuk membuat arena seperti dirinya.

Ketika semua orang telah berkumpul dan duduk di atas balkon, sang raja, dengan dikelilingi oleh para pelayan kerajaan, akan berdiri dari singgasananya yang terletak di salah satu sisi arena, lalu memberi sinyal agar pintu di bawahnya dibuka. Kemudian, sang terdakwa pun akan masuk ke dalam teater raksasa tersebut. Tepat di hadapan terdakwa terdapat dua buah pintu kembar. Terdakwa kemudian diharuskan untuk berjalan ke depan pintu-pintu ini lalu membuka salah satunya. Dia bebas memilih pintu yang mana saja yang diinginkannya. Dia tidak akan dipengaruhi sedikitpun atau dengan cara apapun sehingga sistem ini dianggap sangat adil. Jika dia membuka salah satu pintu, maka bisa jadi seekor harimau buas dan lapar akan keluar dan merobek-robek tubuhnya dan itu artinya dia dinyatakan bersalah. Ketika seorang terdakwa mendapatkan takdir seperti itu, lonceng tanda bela sungkawa akan dibunyikan, para pelayat yang telah dipekerjakan akan menangis terisak-isak, dan seluruh penonton pulang dengan kepala tertunduk dan bersedih hati sebagai tanda bela sungkawa yang mendalam karena seorang yang begitu muda, tua, atau terhormat harus mengalami nasib seperti itu.

Namun jika seorang terdakwa membuka pintu dan yang keluar adalah seorang wanita cantik yang telah dipilih oleh sang raja sebelumnya, maka mereka akan langsung dinikahkan. Ini artinya dia dinyatakan tidak bersalah. Tidak peduli jika terdakwa telah mempunyai istri atau keluarga, atau bahkan jika pernikahan tersebut menentang peraturan dalam agama yang dianut terdakwa. Sang raja tidak ingin hal sepele seperti itu menghalangi sistem penegakan keadilannya. Contoh seperti ini segera terjadi di dalam arena. Pintu di bawah singgasana sang raja terbuka, dan arak-arakan musik dan tarian yang meriah mengiringi seorang pendeta yang telah membuka pintu yang dibaliknya menunggu wanita cantik. Pernikahan mereka pun segera dilaksanakan saat itu juga. Kemudian sang pendeta yang telah dinyatakan tidak bersalah pulang bersama istrinya dengan diiringi oleh anak-anak yang menebarkan bunga di sepanjang jalan mereka.

Beginilah cara sang raja setengah kejam menegakkan keadilan yang seadil-adilnya. Terdakwa bebas memilih pintu yang mana saja yang dia suka. Dia tidak tahu apa yang akan keluar dari balik pintu yang dipilihnya; harimau buas yang akan memangsanya atau wanita cantik jelita yang akan menikahinya. Terkadang harimau muncul dari pintu di sebelah kiri, namun terkadang dari pintu sebelah kanan. Cara pengambilan keputusan seperti ini tidak saja sangat adil, namun juga pasti. Jika terdakwa dinyatakan bersalah, maka dia akan segera dihukum saat itu juga, dan jika dia dinyatakan tidak bersalah, maka dia akan dinikahkan saat itu juga, tidak peduli dia suka atau tidak. Tidak ada seorang terdakwapun yang dapat lolos dari penghakiman sang raja.

Arena penghakiman ini sangat populer. Ketika orang-orang berkumpul untuk menyaksikan sebuah pengadilan, mereka tidak pernah bisa menebak apakah mereka akan menyaksikan pembantaian yang mengerikan atau pesta pernikahan yang meriah. Kejutan yang tak bisa ditebak ini selalu menghibur semua orang. Ditambah lagi, tidak akan ada yang merasa keberatan terhadap keadilan sistem ini, karena terdakwa sendirilah yang tahu pasti apakah dia bersalah atau tidak.

Raja setengah kejam ini memiliki seorang putri yang cantik jelita. Dia memiliki sifat setengah kejam seperti ayahnya. Seperti dalam kisah-kisah dongeng lain, sang raja sangat menyayangi putrinya. Kisah percintaannya pun sama seperti di dalam dongeng pada umumnya; dia mencintai seorang pemuda yang berasal dari kalangan menengah. Walau bagaimapun, sang putri sangat mencintai kekasihnya ini, karena dia adalah pemuda yang sangat tampan dan memiliki keberanian yang tak bisa ditandingi oleh siapapun di kerajaan. Dia mencampurkan sedikit bumbu kekejaman dalam kisah percintaannya, sehingga hubungan mereka menjadi sangat hangat dan erat. Kisah cinta terlarang ini berlanjut selama beberapa bulan, sampai sang raja mengetahuinya. Dengan tidak ragu-ragu, dia menjebloskan sang pemuda ke dalam penjara dan menentukan tanggal pengadilan sang pemuda di arena penghakiman. Tentu saja kejadian ini menarik perhatian semua orang, sang raja bahkan tidak sabar menunggu hari penghakiman sang pemuda, karena dia ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Lagipula hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya, karena tidak ada seorangpun yang berani mencintai putri sang raja. Zaman sekarang hal seperti itu memang sudah lumrah, namun pada zaman dahulu, kisah cinta antara seorang pemuda biasa dan putri raja adalah hal yang menghebohkan dan tidak seromantis yang orang pikirkan.

Sang raja memerintahkan pelayannya untuk mencari seekor harimau yang paling buas di kerajaannya, dan pada saat yang sama, seorang pelayan diperintahkan untuk mencari seorang wanita muda yang paling cantik. Semua orang telah mengetahui bahwa sang pemuda memang menjalin hubungan dengan sang putri, dan tidak ada seorang pun, termasuk sang pemuda dan putri, yang membantah tuduhan ini. Walaupun ada yang ingin membantah, sang raja tidak akan ambil pusing dan tetap akan melaksanakan pengadilan, karena dia sudah terlanjur sangat tertarik dengan kasus ini. Dia tidak peduli bagaimana jadinya hubungan mereka nantinya, karena yang pasti sang pemuda akan disingkirkan, entah karena harimau buas atau pernikahan dengan wanita cantik. Sang raja hanya ingin menikmati jalannya pengadilan yang akan menentukan apakah sang pemuda bersalah karena telah mencintai putrinya atau tidak.

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Semua orang, baik dari tempat yang jauh atau dekat, berkumpul di dalam arena. Orang-orang yang tidak dapat masuk karena tempatnya telah penuh, terpaksa hanya bisa berkumpul di luar bangunan. Sang raja dan pelayannya sudah siap di tempatnya; tepat di hadapan dua pintu kembar yang akan menentukan nasib sang pemuda.

Semuanya telah siap. Aba-aba diberikan. Pintu di bawah tempat duduk sang raja dibuka, dan masuklah kekasih sang putri ke dalam arena. Ketampanan sang pemuda mengundang decak kagum sekaligus rasa cemas para penonton. Lebih dari setengah para penonton tidak tahu bahwa seorang manusia setampan itu pernah tinggal di antara mereka. Pantas saja sang putri mencintainya! Sayang sekali dia sekarang berdiri di dalam arena.

Sang pemuda melangkah maju ke dalam arena, berbalik menghadap sang raja, lalu menunduk hormat padanya. Tapi dia tidaklah sedang melihat sang raja. Matanya tertuju pada sosok sang putri yang duduk di sebelah ayahnya. Kalau bukan karena sifatnya yang setengah kejam, sang putri tidak akan mungkin hadir di sana. Lagipula semangat jiwanya tidak akan membiarkan dia absen untuk menghadiri acara semenarik ini. Sejak saat sang raja menitahkan bahwa nasib kekasihnya akan ditentukan di dalam arena, dia tidak lagi memikirkan apa-apa selain hal-hal yang berkaitan dengan pengadilan ini. Karena dia memiliki kekuasaan, pengaruh, dan sifat yang lebih keras dibanding siapapun yang tertarik dengan kasus ini, dia akhirnya melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya; dia mengetahui rahasia pintu kembar tersebut. Dia mengetahui pintu mana yang menyimpan harimau buas yang lapar dan yang mana yang menyimpan wanita cantik. Pintu tebal ini telah dipalisi oleh kulit agar orang yang mendekati pintu tidak dapat mendengar apapun yang ada di balik pintu. Namun emas dan hasrat kuat seorang wanita membuat sang putri mengetahui rahasia tersebut.

Dia tidak hanya tahu di balik pintu mana sang wanita cantik menunggu dengan malu-malu, namun dia juga tahu siapa wanita tersebut. Dia adalah dara tercantik dan termanis yang terpilih sebagai imbalan jika sang pemuda dinyatakan tidak bersalah karena telah mencintai seseorang yang memiliki posisi jauh di atasnya. Sang putri sangat membenci wanita tersebut. Sering kali dia melihat, atau mengira dia melihat, makhluk jelita ini sekilas memandang kekasihnya dengan tatapan sayang, dan terkadang dia merasa tatapannya dibalas oleh kekasihnya. Kadang-kadang dia menyaksikan mereka sedang mengobrol sebentar, namun pastinya banyak yang dapat dikatakan dalam waktu yang singkat. Mungkin saja percakapan mereka tentang sesuatu yang tidak penting, tapi bagaimana sang putri dapat mengetahuinya? Dia memang gadis jelita, namun betapa lancangnya dia karena telah tertarik dengan kekasih putri raja. Darah kejam yang mengalir dari para leluhurnya yang sepenuhnya kejam, membuatnya sangat membenci wanita yang sedang menunggu dengan malu-malu di balik pintu itu.

Ketika sang pemuda berbalik dan menatap sang putri yang duduk dengan wajah yang lebih pucat daripada semua orang di sekitarnya, dia melihat mata sang putri menunjukkan bahwa dia tahu pintu mana yang dibaliknya ada harimau atau wanita. Dia memang telah mengira bahwa sang putri pasti akan mengetahuinya. Dia paham watak sang putri, dan dia yakin bahwa sang putri tidak akan bisa tidur tenang sebelum dia mengetahui rahasia yang bahkan tidak diketahui oleh sang raja ini. Satu-satunya harapan agar sang pemuda mendapatkan kepastian adalah jika sang putri berhasil mengetahui misteri tersebut, dan begitu dia melihat sang putri, dia tahu bahwa dia berhasil, karena hatinya pun yakin sang putri pasti akan berhasil.

Tatapan sekilas dari sang pemuda jelas menunjukkan bahwa dia bertanya, “Yang mana?” Tatatapan itu dapat dibaca dengan jelas oleh sang putri seolah sang pemuda berteriak kepadanya. Tidak ada lagi waktu yang harus dibuang percuma. Pertanyaan telah diajukan dengan cepat dan tersembunyi, maka pertanyaan itu harus dijawab dengan cepat dan tersembunyi pula.

Sang putri sedikit menaikkan tangan kanannya, dan membuat gerakan kecil dan cepat ke arah kanan. Tidak ada satupun orang yang melihat ini selain kekasihnya, karena mata semua orang telah terpaku pada pemuda yang berdiri di dalam arena.

Dia berbalik memunggungi sang raja dan putri, dan dengan langkah pasti dia berjalan ke tengah arena. Jantung semua orang berhenti berdegup, napas ditahan, dan mata terpaku pada sang pemuda. Tanpa ragu-ragu sedikitpun, dia melangkah mendekati pintu sebelah kanan lalu membukanya.

Nah, sekarang inti cerita ini adalah; apakah yang keluar dari pintu adalah singa atau wanita?

Semakin jauh kita memikirkannya, semakin sulit kita akan menemukan jawabannya. Kita perlu memahami hati manusia yang berupa labirin yang sangat luas dan rumit. Pikirkanlah jawabannya, pembaca yang bijak. Namun bukan sebagai dirimu sendiri, tapi sebagai sang putri yang memiliki darah panas dan watak setengah kejam, sementara hatinya terbakar oleh keputusasaan dan kecemburuan. Jelas apapun yang terjadi sang putri akan kehilangan sang pemuda, tapi siapa yang berhak mendapatkannya?

Bayangkan betapa seringnya dia ketakutan karena membayangkan dan bermimpi kekasihnya membuka pintu yang dibaliknya seekor singa buas dan lapar menunggu dengan taring yang tajam.

Tapi bayangkan juga betapa lebih seringnya dia membayangkan jika kekasihnya membuka pintu yang lain! Bayangkan bagaimana dia menggertakkan giginya, dan menjambak rambutnya sendiri ketika dia membayangkan ekspresi bahagia kekasihnya karena telah membuka pintu yang dibaliknya ada seorang wanita cantik jelita! Bayangkan betapa sakit hatinya ketika dia membayangkan kekasihnya berlari menyambut sang wanita dengan pipinya yang kemerahan dan kilauan kemenangan di matanya, ketika dia melihat kekasihnya berjalan sambil bergandengan tangan dengan wanita tersebut dan diiringi oleh arak-arakan yang meriah, ketika teriakan dan dentingan lonceng dengan gembira menyambut mereka, ketika dia melihat pendeta datang untuk menjadikan mereka suami-istri yang sah, dan ketika dia melihat mereka berjalan bersama di atas bunga-bunga yang ditaburkan oleh anak-anak dengan wajah bahagia dan diiringi ucapan-ucapan selamat yang membuat teriakan putus asa sang putri tenggelam tak terdengar!

Bukankah pemuda tersebut lebih baik mati dimakan harimau dan menunggu sang putri di suatu tempat di alam sana?

Tapi jangan lupa bagaimana sang putri ketakutan jika membayangkan harimau buas mencabik-cabik tubuh kekasihnya.

Sang putri telah membuat keputusannya. Keputusan tersebut dibuatnya dengan batin yang tersiksa siang dan malam. Dia yakin bahwa kekasihnya pasti akan bertanya, dia telah menentukan jawabannya, dan tanpa ragu-ragu dia menggerakkan tangannya ke kanan.

Pertanyaan tentang apa keputusan sang putri, bukanlah sesuatu yang sepele, dan aku juga bukanlah orang yang dapat menjawabnya. Jadi, sekarang kuserahkan pertanyaan ini kepadamu; apa yang akan keluar dari balik pintu sebelah kanan tersebut—Wanita atau Harimau?




[selesai]



Sumber:
https://cerpenterjemahan.wordpress.com/
Alih Bahasa: 
Harum Wibowo



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

Lifestyle (251) Life (215) Info (206) Kesehatan (123) Tips (120) Islam (115) animal (100) hewan (97) Wanita (72) hewan kucing (72) kucing (71) foto (60) Fakta (55) Personality (52) Kepribadian (51) Love & Life (37) Manfaat (34) Sifat (33) Hiburan (32) Misteri (28) Cat (27) Lucu (25) Pria (25) Food (24) Beauty (22) Konspirasi (20) Cerita (19) News (19) Parenting (19) Kisah (16) Relationship (16) Cinta (15) Hantu (14) photograph (14) Jin (13) Wisata (13) Coffee (11) Kecantikan (11) Mitos (10) Ramadan (9) Tempat liburan (9) Hobby (8) anjing (8) Film (7) Puasa (7) Ngakak (6) Palestina (6) Seram (6) Olahraga (5) Ilustrasi (4) Pernikahan (3) Buku (2) Cerpen (2) Liburan (2) Phobia (2) Smartphone (2) Anime (1) DIY (1) Happy (1) Hutan (1) Rahasia (1) Sains (1) Sukses (1) Unik (1)